Sunday, 19 July 2020

Be YOUnique with ASUS VivoBook S433

DARE TO BE YOU.

Hei, folks, this is a new way of living like The Generation. Or, it might be you – generasi anti kudet alias selalu update yang suka dengerin musik, youtube-an, TikTok-an, twitteran, buat konten – apapun itu… Be preprared, I have a good news for you.  

Tapi, sebelum itu, let us grasp a wise saying by the infamous writer, Oscar Wilde:

Be yourself, everyone else is taken.”

Yup, jadilah diri sendiri karena pribadi orang lain sudah ada yang memiliki. Not literally of course, tapi memang yang terbaik adalah menjadi diri sendiri, karena menjadi orang lain yang orang-orang lain juga ingin menjadi orang lain, it’s too overrated, folks! So, here we go: A BRAND NEW ASUS VIVOBOOK S433 yang akan terus support kamu dengan menjadi dirimu sendiri!

What’s your true color?




 Apa warnamu? 

ASUS VivoBook S14 S433 hadir dengan empat pilihan warna elegan yang eye-catchy serta sedap untuk dipandang. 

-       Dreamy Silver
Untuk si teguh, pemberani, dan setia. 

-       Resolute Red
Untuk si pemberani, tegas, dan penuh ekspresi.

-       Gaia Green
Untuk si ramah dan mudah beradaptasi dengan lingkungan.

-       Indie Black
Untuk si tegas dan bertanggung jawab dengan diri, organisasi, dan teman-temannya.


ASUS x Muklay

Kabar baiknya, sesuai dengan slogannya Dare To Be You, pihak ASUS khusus VivoBook seri ini bekerja sama dengan seniman muda Indonesia yang lagi nge-hits banget, Muklay, untuk membantu kalian yang mau mengekspresikan diri lebih sebagai ‘identitas pemilik’ lewat sticker-sticker ekslusif yang bisa ditempel di body ASUS VivoBook S14 S433 ini. 


Sumber: Instagram.com/asusid



Or you could just simply keep it that way.



Tampilan warna ASUS VivoBook dirancang dengan elegan dan fleksibel. Sehingga kamu bisa memiih untuk tetap membiarkannya polos dengan warnanya yang sudah cantik.

Selain fitur warna yang menarik, Notebook 14 inch ini juga hadir dengan tampilan yang ramping dan ringan. Sehingga menjadi nilai plus untuk dibawa kemanapun dan dimanapun dengan nyaman. Meski begitu, rangkanya tetap kokoh berkat sasis logam dan sentuhan diamond-cut pada bagian pinggirnya.




Sudah cantik, ramping , dinamis pula. Bagaimana dengan ‘isinya?’ 

We got you! 

ASUS VivoBook S14 S433 merupakan seri VivoBook tertinggi, dan telah dilengkapi dengan prosesor 10th Gen Intel Core. Artinya, performa lebih cerdas, memori lebih cepat, kinerja grafis lebih ganas. Apalagi ditambah dengan chip grafis Nvidia GeForce MX250 serta penyimpanan berupa PCIe SSD, VivoBook S14 S433 adalah definisi sempurna dari cantik luar dan dalam. Dengan kapasitas seperti ini, kalian bisa main game Fortnite, Apex Legends, Dota 2 dengan lancar jaya, serta bisa mengolah foto atau video dengan lancar luar biasa tanpa rendering yang lama. 





Dengan prosesor 10th Gen Inter Core, bateraipun juga menjadi lebih irit. Artinya, daya menjadi lebih hemat. Ditambah dengan teknologi fast charging – daya sudah hemat, sekali serat cepat tanggap. 

Fingerprint Sensor 





VivoBook S14 S433 juga telah dilengkapi fitur premium lainnya seperti fingerprint sensor dan Windows 10. Artinya, pengguna cukup menempelkan sidik jari di fingerprint yang ada di touchpad ASUS VivoBook S14 S433, dan akan langsung terintegrasi dengan fitur Windows Hello di Windows 10.  So, you don’t need a password anymore!

Tidak membutuhkan password lagi, tetapi dengan fitur teknologi fingerprint dan Windows Hello membuat laptop tidak dapat sembarangan digunakan orang karena hanya pengguna saja yang bisa log in dan mangaksesnya. Sehingga laptop ini menjadi lebih aman dan tentunya, user-friendly.




Log in dengan Windows Hello Menggunakan Sidik Jari 



Backlit Keyboard 







Papan keyboard adalah salah satu faktor yang membuat seseorang nyaman saat bekerja dengan laptop. ASUS VivoBook S14 S433 ini mendesain keyboardnya dengan key travel sejauh 1,4 mm dan juga backlit keyboard yang dapat menambah konsentrasi ketepatan saat mengetik. Ditambah dengan aksen warna kuning pada tombol utama Enter yang membuatnya menonjol dari tombol lainnya membuat pengalaman mengetik menjadi berbeda namun tetap nyaman di dalam situasi minim cahaya.

Apalagi yang membuat ASUS VivoBook S14 S433 ini berbeda?

Numeric Pad





Disaat sedang berhitung atau kegiatan yang bersangkut paut dengan angka, ASUS mempermudah penggunanya dengan Numeric Pad yang ada pada touchpad.


Konektivitas Lengkap - All Inclusive






Tak perlu converter, VivoBook S14 S433 telah dilengkapi beragam konektivitas modern seperti HDMI, SD Card, modul WiFi 802.11ax atau WiFi 6, dan port USB 3.2 (Gen 1) Type-C.


Harga

VivoBook S14 S433 dibanderol dengan harga Rp13.999 juta untuk varian yang menggunakan prosesor Intel® Core™ i5-10210U dan Rp15.999 juta untuk varian yang menggunakan prosesor Intel® Core™ i7-10510U.


Last but Not Least,

Kesimpulan

Dengan design yang ekslusif dan spesifikasi yang tinggi di kelasnya, ASUS VivoBook S14 S433 tidak hanya terlihat cantik namun juga pintar. Konsep warna yang berani dan juga unik, tak hanya merepresentasikan identitas yang ekspresif tapi juga sebuah identitas pemiliknya. Dengan kata lain, ASUS VivoBook S14 S433 – it's more than just unique, it’s a whole in one package.  


ASUS VIVOBOOK S14 S433.
DARE TO BE YOU.
DARE TO BE YOUNIQUE.





Wednesday, 27 May 2020

BERANJAK DEWASA

Beranjak dewasa membuat semua mendadak mati rasa.
Sandiwara-sandiwara itu dibuat untuk kepentingan transaksi saja.
Senyum-senyum palsu dipajang demi bisnis yang lancar jaya.
Seharusnya begini, seharusnya begitu.
Katanya butuh inovasi, tapi kotak saran tertutup rapi.
Hati-hati orang dewasa penuh manipulasi.
Kita semua dituntut tidak berdaya.
Arus yang terlalu kuat.
Imperialisme halus dan kapitalis merajalela.
Semua orang dibuat terjebak pada akhirnya.
Tenang, selama ada fulus ditangan,
Semua aman.
Dahi mengerenyit.
Para pemikir idealis merasa tercekik.
Inilah apa yang uang bisa lakukan.
Inilah apa yang kekuasaan bisa taklukan.
Harga diri.
Tapi, ya begitulah kehidupan orang dewasa.
Tak peduli apa.
Yang penting hidup senang dan aman-aman saja.
Tak peduli uang dari mana.
Yang penting perdamaian perut di genggaman tangan.
Huru-hara ke sana ke sini.
Dunia ini mungkin sempit bagi sebagian orang.
Mungkin luas bagi sebagian lainnya.
Diriku melihat satu sisi seakan sudah benar sendiri saja.
Menjadi dewasa adalah beban.
Sebab itulah banyak tanggungan.
Orang-orang merasa ketakutan.
Atas kemiskinan dan hilangnya kejayaan.
Semua merasa riskan.
Semua butuh pengorbanan.
Tapi, janganlah harga diri dikorbankan.
Kebajikan dan kejujuran.
Dua hal yang sering kali terlupakan.
Sandang, pangan, dan papan.
Seakan hidup hanya itu-itu saja.
Dimana kebahagiaan?
Emosi dan perasaan.
Dibawah hirarki dan aturan-aturan.
Dituntut totalitas.
Atas nama profesionalitas.
Kebahagiaan hanya seberat helai kapas.
Inikah kehidupan orang dewasa?
Orang dewasa tak punya banyak rasa.
Motifnya hanya itu dan itu saja.
Rasanya aku ingin menetap saja.
Menjadi remaja yang penuh gelora.
Selamat tinggal masa muda.
Semangat membaramu semoga tak terlahap realita.
Beranjak dewasa.
Semoga kita baik-baik saja.

Friday, 28 February 2020

Pagliacci




When I was a kid
I used to go to a small circus
In my village with my grandma
She couldn't afford any show in the tent
Except a cotton candy
And an act from a clown
That's all we got
"His name is Pagliacci," she said
Every kid around me was laughing at him
Over his face and witless acts.
Another day I came in
And watched him again
Inside a circle of people surrounding him,
He showed his acts to the world
Making funny jokes and silly faces
He ran around the circle,
Dancing with hands on the waist
Smiling on his mask
And he came at me for seconds
Said, "No, Pagliaccio non son, dear."
It's the closest distance ever between me and him
And I saw his ruffles, radiated sad eyes hid behind his mask
And then he went slowly, moved around,
Entertaining all the thirsty eyes -
Shouting, clapping, begging –
One more.
I didn't know exactly what feeling I felt that moment
But I stunned with my cotton candy on the right hand
As all the giggle blended in circus music were fading out.

***

Today I finally realize
As I grow up, the memory of him remain on my brain
Pagliacci is the symbol of how silly life could be -
The face you showcase;
The way you dress
All the thing people show to impress
It's all part of the circus
And the play we made
Behind every sadness and mess –
We're all Pagliacci.

- LR

Wednesday, 15 January 2020

Kalau Begitu, Lebih Baik Sendiri


Kalau Begitu
Lebih Baik Sendiri

Oleh: Lista Rani

Semua yang terlihat dihakimi.
Sebenarnya aku tidak peduli.
Aku terbiasa sendiri.
Tak kenal ayah sendiri.
Berbaur sana-sini.
Tapi hati tetap sepi.
Ya sudah saja sendiri.
Tapi hidup butuh society.
Bersembunyi dibalik prestasi.
Siang di kelas atau mengisi kelas.
Kutilik karyaku yang tak kunjung usai.
Idealisme terbakar realita.
Bingung, mau dibawa kemana?
Semua butuh pasar.
Semua butuh makan.
Lebih baik rebahan saja.
Sambil streaming di IndoXXI.
Senyum ramah kaka tingkat.
Berbaur dengan adik tingkat.
Teman setingkat ajak nongkrong di Starbucks Coffee.
Meeting panjang sekumpulan anak muda tersesat.
Tak ada yang peduli.
Satu konsep cemerlang untuk nilai 10 eksekusi.
Evaluasi terlalu sinis.
Dikata proses terlalu perfectionist.
Tak peduli dengan hasil.
Manusia selalu melihat apa yang bisa disentil.
Kepala penat, dada sesak.
Tidak tau mereka kali ini aku tercegat.
Dunia nyata penuh sandiwara itu nyata.
Selamat tinggal kepala bertoga.
Selamat datang dunia kerja.
Di atas meja tumpukan dokumen.
Di luar sana mobil berjejeran.
Kamu cantik tapi selalu ada sayangnya.
Umur muda, belum dua lima.
Sudah ditanya, kapan menikah?
Sudah bisa terduga.
Kemana pertanyaan selanjutnya.
Basi.
Ironis tapi tak seorangpun bertanya,
"Apakabar mimpi?"
Mimpi seakan sekedar impian untuk wanita kelas biasa saja.
Emansipasi itu teori adanya.
Tak diberi kesempatan.
Tak diberi kepercayaan.
Tak diberi dukungan.
Karena aku bukan siapa-siapa.
Ditentang keluarga sendiri.
Akhirnya terpisah jasmani rohani.
Menderita berjuang sendiri-sendiri.
Pertengkaran yang terjadi.
Sudah muak aku dibuatnya. 
Salah siapa?
Tidak peduli.
Biarlah aku sendiri.
Jika hidup terlalu meracuni.
Jika keadaan terus begini.
Ya sudah saja sendiri.

***

Tulisan di waktu maksi.
Lain kali mimpi semoga terealisasi.
Terimakasih atas waktunya.
Membaca tulisan ini.
Saya serasa dihargai.

-. Memang wanita yang sedang mencari  
    diri sendiri.